Artikel

ROH KUDUS MEMBERI KUASA UNTUK MENJADI SAKSI

    Dibaca 2038 kali

1:1 Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus,

1:2 sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintahNya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilihNya.

1:3 Kepada mereka Ia menunjukkan diriNya setelah penderitaanNya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.

1:4 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang — demikian kata-Nya — “telah kamu dengar dari pada-Ku.

1:5 Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.”

1:6 Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?”

1:7 JawabNya: “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.

1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.

1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,

1:11 dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”

(Kisah Para Rasul 1: 1-11)

 

 

Ini kisah kesaksian rohani teman saya. Namanya Tiara. Sewaktu dia duduk di bangku SMA, ia pernah dirawat di rumah sakit untuk jangka waktu yang cukup lama karena mengidap suatu penyakit. Keadaannya saat itu sungguh menyedihkan dan nyaris merenggut jiwanya. Berbulan-bulan lamanya ia terbaring lemah di tempat tidur. Bagi siapapun yang mengalami, hal ini dapat membuat hati putus asa. Terlebih, biaya pengobatan yang kian membengkak. Suatu hari, ibu dari pasien yang terbaring di sebelahnya datang secara khusus menjenguknya dan berbicara dengannya. “Anakku telah menceritakan apa yang kau alami,” katanya. “Kami percaya Allah menyelamatkan hidupmu karena Ia ingin memakai dirimu. Kami selalu berdoa untukmu.”

 

Iapun terpana. Selama ini tidak pernah terbayang oleh dirinya bahwa Allah ingin turut campur tangan dalam hidupnya. Perkataan sang ibu itu mengarahkannya kepada Juruselamat yang selama ini hanya didengar tetapi tidak pernah dikenal secara pribadi dan itu mengawali perjalanan imannya dalam Kristus. Ia mensyukuri peristiwa itu, karena melalui perkataan sang ibu, seorang saksi dengan penuh kasih dan peduli menyaksikan kasih Allah yang nyata pada seseorang yang belum dikenalnya. Kata-katanya mengandung kepedulian dan perhatian, serta memberikan tujuan dan janji yang bisa dipercayai.

 

Kisah Para Rasul 1: 8 menyatakan janji terakhir Tuhan Yesus yang disampaikan menjelang kenaikanNya ke surga. Menarik untuk diperhatikan bahwa Allah bukan hanya memerintahkan kita untuk menjadi saksi, tetapi Ia berjanji memperlengkapi kita dengan kuasa Roh Kudus (bnd. Luk. 24: 48-49). Roh Kudus yang berdiam di dalam diri setiap orang percaya akan memampukan orang percaya untuk menjadi saksi Kristus.

 

Saksi yang benar harus mengenal dan mengalami sendiri kebenaran yang hendak dia saksikan (1 Yoh. 1: 1-3). Sebagai orang percaya, kita yang telah mengenal Tuhan Yesus dan telah menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat harus memberi diri untuk dipimpin oleh Roh Kudus. Kita terpanggil untuk menyaksikan karya Kristus yang telah kita alami kepada orang lain. Kita terpanggil untuk menyaksikan bahwa di dalam Kristus terdapat pengharapan, pengampunan dosa, kehidupan yang diperbarui dan kehidupan yang kekal. Semuanya itu harus kita ceritakan kepada orang lain dari semua suku bangsa. Di saat pekerjaan pemberitaan Injil seolah-olah "diam", tidak berjalan lagi, Roh Kudus tetap giat bekerja di dalam hati manusia untuk menjelaskan tentang kasih Allah melalui kematian Yesus Kristus di kayu salib, agar setiap insan di dunia ini bisa mendengar berita Injil dan memperoleh keselamatan.

 

Allah dapat dan berkenan memakai setiap orang percaya untuk menjadi saksiNya. Bersediakah Anda menjadi saksiNya? Roh Kudus akan menolong Anda dan memberi kuasa agar Anda mampu untuk menjadi saksi.

 

Layakkah tak kunyanyikan dan memuji Tuhanku?

Aku sudah menyaksikan kebaikan padaku

Sungguh murni dan setia kasih Allah padaku

Dan kekal bimbinganNya pada orang yang bersujud

Biar jaman berhenti, kasih Allah abadi
(Kidung Jemaat, No. 13:1 “Layakkah tak Kunyanyikan”)

 

Melalui Roh Kudus, perkataan dan kesaksian kita bisa mempengaruhi orang lain dan membawanya pada hidup yang kekal.

(Mauliutus)