Artikel

RAHASIA HIDUP DANIEL

    Dibaca 3938 kali

"Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya."

(Daniel 1: 20)

 


Barrack Obama adalah presiden Amerika Serikat ke-44. Ia merupakan orang pertama keturunan Afrika-Amerika yang menempati jabatan tersebut. Suatu mukjizat Tuhan, Obama mendapatkan kedudukan setinggi itu, bahkan memperoleh kesempatan untuk memimpin negara adikuasa selama dua periode (20 Januari 2009 - 20 Januari 2017). Satu hal yang pasti, Obama memperoleh kedudukan tersebut karena ia dianggap sebagai seorang yang memiliki kemampuan jauh lebih tinggi di atas kaum mayoritas.

 

Kisah Barrack Obama sama seperti kisah di Alkitab, yaitu Daniel. Daniel adalah salah seorang dari orang-orang muda pilihan yang ditangkap dan dibawa oleh Nebukadnezar, raja Babel, pada waktu Yerusalem runtuh. Ia adalah seorang pemuda yang memiliki roh luar biasa dan kualitas hidup di atas rata-rata pada masa saat itu. Nama Daniel diganti menjadi Beltsazar oleh pemimpin pegawai istana di negeri Babel (ayat 7).


Bagaimanakah kehidupan Daniel di tempat pembuangan? Kondisi kehidupan Daniel pada saat itu tidak merosot, justru sebaliknya semakin hari makin naik seperti janji firman Tuhan, "TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah Tuhan, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia" (Ul. 28: 13). Keberhasilan hidup Daniel diperoleh karena ia memiliki kualitas hidup yang 'berbeda' dibandingkan dengan orang lain. Alkitab mencatat Daniel sebagai sebuah contoh disiplin rohani. Meski berada di negeri pembuangan, Daniel tetap mengutamakan Tuhan. Ia tetap berlutut, berdoa serta memuji Allah tiga kali sehari (Dan. 6: 11). Ia juga memiliki komitmen untuk hidup kudus. Bukanlah perkara yang mudah bagi seorang muda untuk tidak menajiskan diri dari perkara-perkara duniawi. "Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya." (Dan. 1: 8).


Daniel bersikap tegas dan tidak mau berkompromi sedikit pun dengan dosa dan tetap berkomitmen untuk menjaga kekudusan hidupnya. Apa kuncinya? Tertulis di Mazmur 119:9 "Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. Kesetiaan Daniel telah membawa pengaruh yang kuat bagi para pemimpin Babel (Dan. 6:27-28). Kita dapat belajar dari orang-orang sukses yang mengandalkan Tuhan dalam hidupnya. Daniel telah membuktikan diri bahwa sukses dengan cara Tuhan lebih indah. Biarlah kita menjadi Daniel masa kini yang membuktikan diri kepada dunia bahwa kita hidup mengandalkan Tuhan.

 

Mari mengandalkan Tuhan dalam segala hal.

 

 

 

Bacaan Setahun: 2 Kor. 3:12 – 4:6,   Imamat 9: 1-11 + 22-24