Artikel

PERENUNGAN

    Dibaca 1181 kali karya Allah perenungan renungan ciptaan kuasa Pemazmur langit bulan bintang

Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan:

(Mazmur 8:4)

 

 

Langit itu sesuatu yang maha luas. Para ahli mengatakan bahwa langit itu terdiri dari miliaran galaksi. Sementara yang kita lihat sekarang ini hanyalah salah satu dari galaksi yang diciptakan Allah. Jika kita melihat ke langit dan membuat perenungan, maka akan muncul kekaguman di dalam hati kita betapa besarnya Allah yang kita sembah di dalam diri Yesus Kristus Tuhan kita. Di dalam kehampaan langit yang terlihat oleh mata, terdapat benda-benda yang tak terbilang banyaknya. Setiap benda benda di langit itu punya makna tersendiri dalam konteks alam semesta.

 

Menarik untuk disimak, pemazmur selanjutnya membandingkan manusia dengan Allah Yang Maha Besar. Pemazmur berkata di dalam ayat 5: “Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?” Manusia dibandingkan dengan alam semesta, tak lebih dan tak kurang hanyalah sebutir debu atau quark kata orang fisikawan. Allah Yang Maha Besar, lebih besar dari alam semesta memperhatikan anak manusia yang asalnya adalah debu tanah.

 

Jika pemazmur dapat melihat Allah dibalik dari alam ciptaan-Nya, tentulah kita pun dapat berjumpa dengan Allah yang sama, seperti yang dikenal oleh pemazmur. Carl Gustaf Boberg melihat kebesaran Allah dalam alam semesta, lalu ia menorehkannya dalam lagu:

1) Bila kulihat bintang gemerlapan, dan bunyi guruh riuh kudengar,

ya Tuhanku, tak putus aku heran melihat ciptaan-Mu yang besar.

Maka jiwaku pun memuji-Mu “Sungguh besar Kau, Allahku!

Maka jiwaku pun memuji-Mu “Sungguh besar Kau, Allahku!

2) Ya Tuhanku, pabila kurenungkan pemberianMu dalam Penebus,

‘ku tertegun: bagiku dicurahkan oleh Putra-Mu darah-Nya kudus.

Maka jiwaku pun memujiMu “Sungguh besar Kau, Allahku!

Maka jiwaku pun memujiMu “Sungguh besar Kau, Allahku!

3) Pabila nanti Kristus memanggilku, sukacita amatlah besar

kar’na terkabullah yang kurindukan: melihat Dikau, Tuhanku akbar.

Maka jiwaku pun memujiMu “Sungguh besar Kau, Allahku!

Maka jiwaku pun memujiMu “Sungguh besar Kau, Allahku!

(Kidung Jemaat No. 64 : 1-3)

 

Oleh karena itu, temuilah Allah Yang Maha Besar itu di dalam diri Yesus. Sekalipun kita maha kecil, tetapi oleh karena Dia, kita pun menjadi besar, menjadi sama seperti Kristus. Tidakkah hal itu sesuatu yang luar biasa? Allah berjanji dapat dijumpai oleh setiap orang yang mencari Dia. Caranya hanya berseru kepada Dia yang telah berfirman.

 

(Charles Hotman Siahaan)