Artikel

BARTIMEUS

    Dibaca 1296 kali doa Kristus Bartimeus memanggil panggilan pelajaran Nazaret permohonan

Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: Anak Daud, kasihanilah aku! Lalu Yesus berhenti dan berkata: Panggillah dia! Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau.

(Markus 10 : 48–49)

 

 

Ada dua peristiwa yang menarik hati dilakukan Yesus di kota Yerikho tatkala Ia lewat dari sana. Pertama, pertemuan-Nya dengan Zakheus dan yang kedua ialah pertemuan-Nya dengan Bartimeus. Kedua-duanya memberikan pelajaran berharga bagi kita. Bartimeus adalah orang buta tetapi mata rohaninya tidaklah buta. Tatkala Yesus lewat dari jalan di mana ia biasa duduk untuk meminta-minta, Bartimeus menyerukan nama Yesus dengan sebutan rohani.

 

Orang banyak mengenal yang lewat itu adalah Yesus, orang Nazaret. Sebutan yang sangat umum pada waktu itu. Melalui ungkapan tersebut, kita sadar bahwa orang banyak itu tidak mengenal siapa Yesus yang sesungguhnya. Lain dengan Bartimeus. Dari perenungannya atas apa yang diperbuat Yesus selama ini, sebagaimana ia dengar, Bartimeus menyimpulkan bahwa Yesus orang Nazaret itu, tidak lain dan tidak bukan, Dia adalah Anak Daud. Sebutan untuk Mesias Israel.

 

Siapakah Yesus menurut saudara? Apakah pengenalan kita akan Dia hanya dari apa yang diberitakan orang, ataukah mata hati kita telah dibukakan untuk mengenal Dia dengan baik dan benar! Jangan-jangan kita sama seperti orang banyak dalam kisah ini. Orang banyak ini melarang Bartimeus memanggil Yesus. Namun Bartimeus semakin keras menyerukan nama tersebut. Bartimeus tidak membiarkan apa pun untuk menghalangi dia berjumpa dengan Yesus. Ini sebuah pelajaran bagi kita.

 

Pada akhirnya Yesus memanggil Bartimeus. Sebelum Bartimeus menemui Yesus, ia menanggalkan jubahnya lebih dahulu. Tindakan ini adalah sebuah tindakan iman. Jubah berbicara tentang kebenaran. Cf. Yes. 61:10. Tatkala orang berjumpa dengan Yesus, ia tidak dapat membawa kebenaran dirinya sendiri. Ia harus telanjang di hadapan Yesus, sama seperti yang dilakukan oleh Bartimeus ini.

 

Yesus bertanya kepada Bartimeus: “Apa yang kau kehendaki Aku perbuat untukmu?” Bartimeus ingin matanya dapat melihat. Kita pun, tatkala datang kepada Tuhan Yesus, doa dan permohonan kita ialah: “Rabbuni, biarlah mataku dapat melihat.” Mata hati kita pun akan dibukakan untuk dapat melihat kemuliaan Allah yang ada di dalam wajah Kristus Yesus. Jika mata kita sudah melihat, maka seluruh persoalan yang ada di dalam hidup ini akan kita lihat dalam terang Tuhan. Oleh karena itu, kita dapat menerima dan mengerti.

 

Setelah matanya Bartimeus melihat dengan jelas, ia mengikut Yesus di dalam perjalanannya. Setiap orang yang telah dibukakan matanya oleh Yesus dan melihat dengan kaca mata iman seluruh aspek kehidupan ini, maka tidak boleh tidak, ia akan mengikut Yesus di sepanjang perjalanan hidupnya.

 

 

(Charles Hotman Siahaan)