Artikel

ORANG TUA ROHANI

    Dibaca 1743 kali jemaat rohani orang tua melayani pelayanan hamba Tuhan

juga tidak pernah kami mencari pujian dari manusia, baik dari kamu, maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul Kristus. Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya. Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi.

(1 Tesalonika 2 : 6–8)

 

 

Kita mendapatkan banyak pelajaran berharga dari pelayanan Paulus di jemaat Tesalonika. Paulus dan timnya tidak pernah mencari pujian dari manusia atas pelayanan yang telah dilaksanakan di jemaat tersebut. Bahkan ia pun dan timnya, tidak berharap mendapat pujian dari jemaat yang dilayani. Pujian yang diharapkan datangnya harus dari Tuhan yang memberi penugasan tersebut. Sebagai rasul, Paulus berhak untuk mendapatkan pujian dari orang lain atau jemaat tersebut. Namun hal itu tidak diharapkannya. Setiap pekerja Kristus pada hakekatnya harus meniru Paulus dan menjadikannya contoh di dalam pelayanan.

 

Dalam melayani jemaat, Paulus memposisikan diri sebagai orang tua rohani bagi mereka yang dilayani. Paulus sendiri mengatakan bahwa ia bertindak seperti ibu yang ramah dan sekaligus sebagai bapa yang penuh dengan nasihat. Paulus mengedepankan sikap ramah dari seorang ibu kepada anaknya yang masih kecil, yang sedang menyusui. Ini adalah sebuah proses membagi hidup yang dilakukan seorang anaknya yang masih bayi.

 

Seorang hamba Tuhan melayani jemaat yang dipercayakan kepadanya, haruslah memperlakukan mereka sebagai anak rohani. Dengan kata lain, orang tua rohani bagi jemaat tersebut. Jika anak itu bertumbuh secara rohani, maka pola pelayanan yang dipraktekkan Paulus ialah: pola bapa dan anak. Bapa mengajar dan menasihati anak untuk menjalani jalan hidup di dalam kehendak Allah.

 

Sebuah pertanyaan perlu diajukan kepada para orang tua: apakah anak-anak saudara yang dipercayakan Tuhan kepada saudara untuk dibina, juga adalah anak saudara secara rohani? Sudah pasti mereka adalah anak saudara secara jasmani. Pertanyaannya sekarang ialah: apakah saudara adalah orang tua secara rohani bagi mereka?

 

Paulus telah memberi contoh bagi kita. Hadapilah anak-anak saudara dengan baik dan benar juga secara rohani sehingga mereka mengikuti saudara di dalam iman. Masuk surga bersama mereka dalam satu ikatan keluarga yang kudus. Tidaklah elok mereka mengikuti orang lain secara rohani karena dari orang itu mereka mendapatkan makanan rohani yang bergizi.

 

 

(Charles Hotman Siahaan)