Artikel

PERTOBATAN, KUNCI PEMULIHAN

    Dibaca 2092 kali

Lalu berkatalah Samuel kepada seluruh kaum Israel demikian Jika kamu berbalik kepada TUHAN dengan segenap hati, maka jauhkanlah para allah asing dan para Asytoret dari tengah-tengahmu dan tujukan hatimu kepada TUHAN dan beribadahlah hanya kepadaNya, maka Ia akan melepaskan kamu dari tangan orang Filistin.

(1 Samuel 7 : 3)

 

 

Dalam perjalanan kehidupan ini seringkali kita menjumpai orang-orang yang mengambil keputusan untuk meninggalkan cara hidupnya yang lama, yaitu meninggalkan kecintaan pola kehidupan duniawi dan bertobat kembali kepada Tuhan, sehingga memiliki kehidupan yang baru. Hal semacam ini biasanya terjadi karena orang tersebut baru saja melewati sebuah keadaan hidup dimana ia merasakan dan melihat pertolongan Tuhan yang dinyatakan atas hidupnya, baik itu mukjizat disembuhkan dari sakit, kemunduran usaha bisnis, bahkan setelah mendengarkan khotbah dari pendeta. Sebahagian alasan tersebut hanyalah sebuah alasan yang bisa membuat seseorang mengambil keputusan untuk bertobat. Pertanyaannya adalah pertobatan ini apakah pertobatan yang benar?

 

Kita harus mengerti bahwa pertobatan seorang anak Tuhan bukan hanya sampai kepada berhenti berbuat dosa yang merupakan pelanggaran-pelanggaran moral. Sebab sesungguhnya pertobatan itu adalah pembaharuan pikiran. Hal ini memerlukan proses perjalanan yang panjang, tidak dapat dilakukan seperti kita membalikkan telapak tangan.

 

Pertobatan yang benar sesuai dengan kebenaran firman Tuhan dalam Roma 12 : 2 adalah pertobatan yang harus terjadi dan berlangsung setiap hari secara terus menerus dalam sepanjang kehidupan setiap orang percaya sehingga pada akhirnya ia bisa memiliki pikiran dan perasaan sesuai kehendak Tuhan. Jadi, seseorang tersebut dapat membedakan manakah kehendak Tuhan, mana yang baik dan berkenan kepada Tuhan. Setiap orang percaya harus masuk dalam proses belajar firman Tuhan dan membangun hubungan persekutuan dengan Tuhan. Di dalam proses inilah kita akan mengerti apa yang menjadi kehendakNya, apa yang menjadi kerinduanNya, lalu pada akhirnya timbul dalam hati setiap kita sebagai orang percaya yang memiliki kerinduan untuk bertemu dengan Tuhan.

 

Jadi, pertobatan yang sungguh menjadi kunci pemulihan! Dengan caraNya yang ajaib, Tuhan menolong kita sehingga berbagai tantangan dan kesulitan di dalam kehidupan ini dapat kita lewati dengan pertolonganNya. Sebagai orang percaya, kita diingatkan untuk tidak melupakan pertolongan Tuhan dalam hidup ini dan senantiasa hidup dalam ketaatan. Kebaikan dan pertolonganNya sudah dan akan selalu kita alami dalam sepanjang hidup kita. Ketika kita taat dan mau bertobat maka penyertaan Tuhan tidak akan pernah berlalu dari kehidupan kita!  Amin. (pjs)

 

Bacaan Setahun 1 Kor. 3 : 10 – 23,  Kidung Agung 2 : 8 -15