Artikel

Dalam Tuhan Ada Sukacita Sejati

    Dibaca 2763 kali

Baca:  Mazmur 16 : 1 -11


Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa  (Mazmur 16:11)



Saya tersenyum saat menemukan kalimat lucu di sebuah situs humor kristiani, tertulis: “Ada tiga jenis orang Kristen: 1) Yang suka bersukacita, 2) Yang tidak suka bersukacita, 3) Yang suka tidak suka tetap bersukacita.” Wah, saya termasuk kelompok nomor berapa ya?


Mazmur hari ini mengajarkan dan menggambarkan dengan jelas bahwa hanya ada satu sumber sukacita, sumber kebahagiaan, sumber perlindungan, dan sumber keselamatan. Tidak ada sumber lainnya yang kekal di luar Tuhan. Harta dan kepunyaan kita yang terbesar adalah beriman kepada Allah. Hanya di dalam Dialah hati kita bersukacita, jiwa kita bersorak-sorak, dan tubuh kita akan diam dengan tenteram (ay. 9). Bahkan, hanya Dia yang mampu melepaskan kita dari jurang kebinasaan (ay. 10), yaitu dengan menganugerahkan keselamatan kekal melalui kematian Kristus. Selain Tuhan, tidak akan ada yang mampu menjanjikan dan melakukan hal-hal hebat tersebut kepada Anda dan saya.


Kadangkala kita lebih memilih mencari kebahagiaan, kehidupan, keselamatan di luar Tuhan namun yang kekal hanya ada pada Tuhan Allah, karena mencari keselamatan dan kebahagiaan hidup di luar Tuhan justru sebaliknya akan memperbesar kesedihan (ay.4). Sukacita yang ditawarkan oleh dunia ini sifatnya hanya sementara, tidak akan bertahan lama. 

 

Harta dan kepemilikan kita yang paling besar adalah memiliki iman kepada Tuhan Allah, sebab bagaimana tidak, bahwa hanya karena Allah sajalah yang dapat membuat:

HATI bersukacita,

JIWA bersorak-sorak dan

TUBUH diam dengan tentram

 

Tidak ada barang sesuatu apapun yang boleh membuat hidup kita seperti itu selain karena Tuhan. Inilah harta yang paling berharga yang akan dirasakan oleh setiap orang yang berlindung kepada Tuhan. 

 

Hal terbesar lagi yang boleh menguatkan kita bahwa keselamatan itu adalah untuk selama-lamanya, bahwa orang yang beriman dan berpengharapan kepada Tuhan akan diselamatkan dari dunia orang mati dan dari kebinasaan namun kehidupan kekal adalah bahagiaan dari orang yang setia beriman kepada Tuhan. Sebab sengat maut telah dipatahkan oleh Tuhan Yesus melalui kebangkitanNya dari kematian, sebab: “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya” (Yoh. 3:36).

 

Apapun yang boleh kita miliki baik itu harta kekayaan emas perak uang jika kita tidak memiliki harta yang sesungguhya tidak akan menjamin sukacita kita. Namun kalaupun kita hanya cukup makan nasi campur garam jika kita bersama Tuhan tidak akan menghilangkan sukacita kita. Dalam kehidupan kita sehari-hari dapat kita melihat bahwa kepemilikan harta benda tidak menjamin seseorang boleh hidup dengan tenang, nyaman dan senang justru ada sebaliknya membuat dia tidak dapat lagi menikmati apa yang dimilikinya. Seperti yang difirmankan oleh Tuhan Yesus bahwa jika kita menuruti perintahNya dan tinggal di dalam kasihNya maka: “SukacitaKu ada di dalam kamu, dan sukacitamu menjadi penuh” (Yoh. 15: 11).

 

Semuanya itu boleh nyata kepada kita jika kita dapat meniru apa yang diperbuat oleh pemazmur ini dalam kehidupannya, yaitu penyerahan diri secara total kepada Tuhan, bahwa ia menyerahkan hidupnya dikuasai oleh Tuhan. Dapat kita perhatikan hidup yang dikuasai oleh Allah:

            Ia berdiri disebelah kananku: Maka Aku tidak goyah

            Ia depan: Ada sukacita berlimpah-limpah

            Di tangan kananNya: Ada nikmat senantiasa

 

Tidak ada apapun yang boleh membatasi sukacita anak-anak Allah, apapun yang boleh terjadi dalam hidup kita tidak akan menggoyahkan kita sebab Allah bersama kita, biarpun saat ini kondisi kita “sepiring berdua” atau apapun yang boleh terjadi baiklah kita selalu mengingat janji Tuhan Yesus “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat. 28:20).

 

 

Kuatkan dan sentuh selalu hatiku ya Tuhan untuk selalu mengandalkanMu dalam kehidupanku sehingga apapun yang boleh aku terima dan rasakan semuanya itu tidak membuat aku merasa kecewa dan sedih hati, namun tetap mengucap syukur.

Jangan biarkan sukacitaMu berlalu daripadaku. Amin